Jika kamu ingin tahu kedudukanmu disisi Allah, maka lihatlah kedudukan Allah di hatimu

Minggu, 21 Oktober 2012

Foto Karta-NU



HIMBAUAN DAN PEMBERITAHUAN
Assalmu’alaikum Wr… Wb…
Segala puji bagi Allah SWT, semoga kita senantiasa dibawah lindungan dan selalu mendapatkan Inayah-Nya Amiin…
Dengan ini kami menghimbau dan memberitahukan kepada warga Nahdliyin bahwa  kami sebagai Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pasrujambe akan menyelenggarakan foto keanggatoaan warga NU (KARTANU) yang akan dilaksanakan besok pada:
Hari                      : Jum’at / Sabtu
Tanggal                 : 2 / 3 November 2012
Waktu                   : Pagi (7.30 – 11.30)  / Siang (12.30 – 16.00)
Tempat                  : lihat rincian dibawah ini

JADWAL PEMOTRETAN KARTANU
Di Kecamatan Pasrujambe tgl 2 – 3 November 2012
NO
TEMPAT
Keterangan Pelaksanaan
LOKASI
DESA
1
Rumah Bpk Mizan (Dusun Krajan I)
Pasrujambe
Jum’ah Pagi
2
Pon Pes Ky. Kholiq (Dusun Jabon)
Pasrujambe
Jum’ah Siang
3
Rumah Bpk. Angga (Dusun Tulung Rejo)
Pasrujambe
Jum’ah Pagi
4
Halaman MI (Dusun Tawon Songo)
Pasrujambe
Jum’ah Siang
5
Rumah Ibu Maghfiroh (Selatan SD Sumberpakis)
Pasrujambe
Jum’ah Pagi
6
Halaman MI Bahrul Ulum (Dusun Plambang)
Pasrujambe
Jum’ah Siang
7
Musholla H. Syarif (Dusun Dadapan Timur)
Kertosari
Jum’ah Pagi
8
Rumah Ky. Kholil (Dusun Dadapan Barat)
Jambearum
Jum’ah Siang
9
Pon Pes Ky. Sholikhin (Dusun Bicoro)
Pagowan
Jum’ah Pagi
10
Rumah Bpl. Misdi (Desa Pagowan)
Pagowan
Jum’ah Siang
11
Halaman MTs Wali Songo (Suco Pasrujambe)
Pasrujambe
Sabtu Pagi - Sore
12
Balai Desa Kertosari
Kertosari
Sabtu Pagi - Sore
13
Musholla Ibu Jam’iyah (Dusun Suco)
Pasrujambe
Sabtu Pagi
14
Rumah Ibu Fauzah (Dusun Carangkuning Timur)
Jambekumbu
Sabtu Siang
15
Rumah Bapak Kus (Dusun Pakurejo)
Pagowan
Sabtu Pagi
16
Halam MI Jambearum
Jambearum
Sabtu Siang
17
Halaman MTs Sunan Giri (Dusun Ngambon)
Jambekumbu
Sabtu Pagi
18
Rumah Bapak Tonimen (Sikorejo)
Sukorejo
Sabtu Siang

Denikian himbauan dan pemberitahuan kami, atas kerjasamanya kami ucapkan terimaksih.
Wassalamu’alaikum Wr… Wb...

BIAYA
RINCIAN
KETERANGAN
Rp.
8000
Kas Ranting      : Rp. 1.500
Kartu Anggota (KARTANU)
langsung jadi (nunggu 15 menit)

Bentuk KARTANU
seperti E-KTP/SIM
Kas MWC          : Rp. 1.000
Kas Cabang       : Rp. 900
Kas Wilayah     : Rp. 800
Cetak Kartu       : Rp. 3.800
Jumlah Total   : Rp. 8000

Pengurus MWC NU Kecamatan Pasrujambe

Kamis, 24 Mei 2012

Mari Kita Luruskan Arah Kiblat

Friksi antara jemaah suatu mesjid akibat kontroversi mengenai arah kiblat masjid, seringkali terjadi. Kadang satu minggu arah karpetnya sesuai dengan arah mesjid tersebut, dan minggu selanjutnya arah karpet sedikit digeser sesuai keyakinan jemaah lain, demikian seterusnya. Bahkan tidak jarang satu kelompok memisahkan diri tidak mau shalat di mesjid tersebut karena menganggap arah kiblatnya salah, sementara DKM dan jemaah lainnya justeru berkeyakinan sebaliknya. Semua itu bisa terjadi karena perbedaan piranti penentu arah kiblat yang mereka gunakan, ditunjang dengan probabilitas kesalahan piranti tersebut yang relatif tinggi dalam beberapa kasus, serta kesalahan persepsi dalam teknis penggunaannya. 

Dari sekian teknik penentuan arah kiblat, yang paling umum dilakukan adalah dengan cara menghitung azimuth arah kiblat berdasarkan koordinat geografis tempat dimaksud serta koordinat geografis Ka`bah di Makkah, dengan menggunakan ilmu ukur trigonometri bola (spherical trigonometri). Setelah azimuth arah kiblat diketahui, selanjutnya dicari arah utara geografis dengan menggunakan kompas magnetik. Kemudian dengan alat bantu busur, titik arah kiblat pun dapat diketahui.

Walaupun teknik dan piranti yang digunakan sama, namun masalah akan timbul antara pengguna yang menghiraukan terhadap nilai variasi magnetik serta nilai deviasi, dengan pengguna yang tidak menghiraukannya sama sekali (a priori), meski nilai perbedaannya tidak terlalu signifikan. Ini disebabkan karena arah utara yang dicari seharusnya adalah arah utara sebenarnya (true north), sedangkan yang ditunjuk oleh jarum kompas adalah arah utara magnetik (magnetic north), sementara terdapat selisih nilai antara kedua arah utara tersebut yang dikenal dengan istilah variasi magnetik (magnetic declination), dan nilainya pun tidak konstan, melainkan fluktuatif tergantung lokasi dan waktu, untuk bulan Mei 2009 di Bandung, nilai variasinya mencapai 0.811°-0.814° ke arah Timur, oleh karenanya nilai sudut utara yang ditunjukkan oleh jarum kompas akan lebih besar dari nilai utara sebenarnya. Demikian pula dengan nilai deviasi sebagai akibat dari salah baca jarum kompas karena terpengaruh benda-benda magnetik di sekitarnya. Sebagai contoh, ketika penulis diminta untuk mengalibrasi mesjid milik Disbudpar Kota Bandung saat sedang direnovasi, dengan disaksikan sang Pimpro yang tampak keheranan, jarum kompas selalu berubah arah setiap digeser perubin.

Ada lagi yang penentuannya menggunakan kompas kiblat, apabila kompas magnetik memiliki rentang sudut 0°-360°, sementara kompas kiblat rata-rata memiliki rentang nilai 0-400. Ketika kompas kiblat digunakan tanpa mengacu kepada indeks nilai yang tertera dalam buku panduannya secara khusus atau mengacu namun indeks nilainya tidak terupdate, maka pengguna kompas kiblat akan berselisih pendapat tentang arah kiblat dengan pengguna kompas magnetik yang belum tentu benar.

Solusi dari Yang Maha Kuasa

Untuk mengatasi friksi tersebut, Allah SWT memberikan solusi yang jitu, yaitu dengan cara memberi peluang kepada manusia untuk dapat menentukan arah kiblat melalui bayang-bayang benda pada saat Matahari berkulminasi relatif tepat di atas Ka`bah, situasi ini terjadi satu tahun dua kali, yaitu pada tanggal 27 Mei (tahun pendek) atau 28 Mei (tahun kabisat) pukul 12.18 WM (Waktu Makkah), serta pada tanggal 15 Juli (tahun pendek) atau 16 Juli (tahun kabisat) pukul 12.26 WM. Moment ini dikenal dengan istilah Istiwa` al A’zham atau Rashd al Qiblah yang mana durasi waktunya antara 5 sampai 10 menit per kejadian.

Karena selisih waktu antara Makkah dengan Indonesia wilayah Barat adalah 4 jam, maka untuk dapat memanfaatkan bayang-bayang benda sebagai penunjuk arah kiblat, masyarakat Bandung  dan sekitarnya dalam lingkup WIB pada tanggal 27 Mei nanti (2009 bukan tahun kabisat), harus mengidentifikasi bayangan benda pada pukul 16.18 WIB. Pada saat itu, setiap bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah tepat ke zat (`ayn) Ka`bah. Inilah saat yang tepat untuk mengalibrasi tempat shalat kita, apakah itu masjid atau pun mushalla rumah. Secara faktual teknik tersebut dapat diberlakukan dalam toleransi sehari sebelum dan sesudah tanggal dimaksud pada waktu yang sama, karena pada kisaran itu, deklinasi matahari masih relatif tepat di atas lintang Ka`bah.

Kendala Penggunaan Istiwa` al A’zham

Pada dasarnya teknik penentuan arah kiblat dengan menggunakan moment Istiwa` al A’zham merupakan teknik paling sederhana namun memiliki nilai akurasi tinggi dibanding dengan menggunakan piranti kompas magnetik yang sangat rentan dengan interferensi eksternal. Namun itu bukan berarti tanpa kendala, karena teknik di atas, jelas tidak akan bisa dilaksanakan apabila cuaca dalam keadaan mendung, terlebih hujan, seperti cuaca saat ini. Atau bagi mereka yang tinggal di daerah dengan selisih waktu 5 jam lebih dengan Makkah, karena pada saat matahari berkulminasi di atas Ka`bah, di daerah tersebut matahari justeru telah terbenam.

Sayang memang, tetapi tidak perlu khawatir, karena saat ini dengan teknologi yang semakin canggih, para ilmuwan muslim telah berhasil menciptakan berbagai software yang dapat menjejak posisi berbagai benda langit secara presisi. Al hasil, di mana pun, kapan pun dan pada kondisi apa pun, kita dapat mencari arah kiblat dengan mudah, siang atau malam tidak menjadi halangan. Inilah teknik astronavigasi lain untuk mencari arah kiblat. Salah satu software yang masuk kategori freeware untuk aplikasi java yang bisa diinstall di handphone adalah Cepmuvakkit dari Turki. Software tersebut terbilang komplit, di dalamnya tertanam jadwal shalat, konversi kalender Hijriyah-Miladiyah, sampai posisi dan kondisi dari matahari serta bulan disajikan secara lengkap dan mudah untuk disetting ulang sesuai tempat.

Informasi arah kiblat yang diberikan oleh Cepmuvakkit benar-benar mumpuni, selain arah kiblat dari utara sebenarnya, juga ditampilkan arah kiblat dari utara magnetik berikut nilai variasi magnetiknya, plus jarak dari Ka`bah ke kota yang dimaksud. Kelebihan dari Cepmuvakkit adalah arah kiblat dapat ditentukan baik siang maupun malam, melalui bantuan garis bayangan yang dibentuk oleh cahaya yang dipancarkan matahari atau cahaya yang dipantulkan bulan. Hanya dengan meletakkan handphone di tempat datar, serta menyimpan pensil secara tegak lurus tepat di lingkaran matahari atau bulan yang diatur bayangannya hingga sama lurus dengan garis bayangan yang tertera di display, maka arah kiblat dengan mudah dapat diketahui sesuai arahan garis kiblat pada display handphone.

Terakhir, setelah diketahui arah kiblat yang sebenarnya, maka berlapangdadalah bagi siapa pun yang tidak sesuai hasilnya, karena sesunguhnya kiblat yang paling sempurna sudah tertanam di dalam hati kita. 
Walillâhilhamd!


Penulis: Harry Yuniardi, Dosen Fiqh STAI Baitul Arqom, Fakultas Syariah UIN SGD Bandung, Ketua LTN NU.
(Artikel ini pernah dimuat dalam koran Pikiran Rakyat, 27 Mei 2009)

Sabtu, 24 Maret 2012

AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH

Istilah “Ahlusunnah Waljamaah”adalah sebuah istilah yang dieja-Indonesiakan dan kata Ahlusunnah Waljamaah” اهل السنه والجماعه.Ia merupakan rangkaian dari kata-kata:

a. Ahl (Ahlun), berarti “galongan”atau “pengikut’
b. Al-Sunnah (al-Sunnatu), berarti “tabiat/perilaku jalan hidup/perbuatan yang mencakup ucapan dan tindakan Rasulullah SAW.
c. Wa, yang berarti “dan atau “serta”’
d. Al-Jamaa’ah (al-jamaah), berarti ‘Jamaah” yakni jamaah para sahabat Rasul SAW. Maksudnya ialah perilaku atau jalan hidup para sahabat.

Dengan demikian, maka secara etimologis, istilah “Ahlusunnah Waljamaah / golongan yang senantiasa mengikuti jalan hidup Rasul SAW. dan jalan hidup para sahabatnya. Atau, golongan yang berpegang teguh pada Sunnah Rasul dan Sunnah (Tariqah) para sahabat, lebih khusus lagi, sahabat empat (Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin ‘Affan, dan Ali bin Abi Talib).

Selanjutnya, jalan hidup Rasul SAW. tidak lain ialah ekspresi nyata dari isi kandungan al-Quran. Ekspresi nyata tersebut kemudian biasa diistilahkan dengan “al- Sunnah” atau “al-Hadits’ Kemudian, al-Quran sebagai Wahyu Ilahi, terkemas sendiri dalam mushaf al-Quran al Karim”; sedangkan ekspresi nyatanya pada diri Rasul SAW. pun terkemas secara terpisah dalam “mushaf al-sunnah. al-hadits’ seperti dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, sunan Al Tirmizi, Sunan al-Nasai, dan Sunan Ibnu Majah, serta Kitab-kitab al Hadits yang disusun oleh para ulama lainnya.

Sementara itu, para sahabat, khususnya sahabat empat; adalah generasi pertama dan utama dalam melazimi “Perilaku Rasulullah SAW., sehingga jalan hidup mereka praktis merupakan penjabaran nyata dan petunjuk al-Quran dan al-Sunnah. Setiap langkah hidupnya, praktis merupakan aplikasi dari norma-norma yang terkandung dan dikehendaki oleh ajaran Islam, serta mendapat petunjuk dan kontrol langsung dari baginda Rasul SAW. Oleh karena itu, jalan hidup mereka relatif terjamin kelurusannya dalam mempedomani ajaran Islam, sehingga jalan hidup mereka pulalah yang paling tepat menjadi rujukan utama setelah jalan hidup Rasul SAW.

Adapun wujud kongkritnya, Ahlussunnah Waljamaah tidak lain ialah golongan yang senantiasa berpegang teguh terhadap petunjuk al-Quran dan al Sunnah al Sahihah. Artinya dalam segala hal selalu merujuk kepada petunjuk al-Quran dan al-Sunnah.
Dengan kata lain, Ahlussunnah Waljamaah ialah golongan yang senantiasa mengikuti jejak hidup Rasul SAW. dan jejak hidup para sahabatnya, dengan senantiasa berpegang teguh kepada al-Qunan dan A-Sunnah.
عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِفْتَرَ قَتْ الْيَهُوْدُ عَلَىءِاحْدَىوَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً, وَاَفْتَرَقَتْ النَّصَارَى عَلَى ائْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً. وَتَفَرَّقَ اُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً (رواه الاربعه)

“Dari sahabat Abu Hurairah ra. dia berkata, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda : Umat Yahudi telah pecah menjadi 71 golongan dan umat Nasrani terpecah menjadi 72 golongan. Sementara umatku bakal pecah menjadi 73 golongan” (Abu Dawud, al-Tirmizi, al-Nasa’i, Ibnu Majah).

Hadits ini, tidak secara tegas menyatakan adanya golongan yang disebut “Ahlussunnah Waljamaah”. Tetapi baru diisyaratkan bakal terpecahnya umat Rasulullah SAW menjadi 73 golongan (firqah). Maka golongan ahlussunnah Waljamaah berarti salah satu dari ke-73 golongan tersebut.

Hadits lain, yakni yang diriwayatkan dari sahabat Abdullah Ibnu Umar ra., bahwasanya Nabi SAW. beriabda:
...وَاِنَّ بَنِى اِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ اُمَّتِى عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً. كُلُّهُمُ فِى النَّارِ اِلاَمِلَّةً وَاحِدَةً. قَالُوْا: وَمَنْ هِيَ يَارَسُوْل اللهِ؟ قَالَ: مَا اَنَا عَلَيْهِ وَاَصْحَابِي (رواه الترمذى)

“... Dan sesungguhnya kaum Bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan. Sementara umatku bakal terpecah menjadi 73 golongan dan semuanya masuk neraka kecuali hanya satu golongan saja. Para sahabat bertanya: Siapakah yang satu golongan itu ya Rasulullah? jawabnya: Itulah golongan yang senantiasa mengikuti jejakku dan jejak para sahabatku”. (HR. Al Tirmizi).
Dalam teks hadits ini, meskipun belum secara tegas terungkap istilah “Ahlussunnah Waljamaah”; namun maknanya sudah tersirat di dalamnya, yakni bahwa golongan yang selamat dari ancaman neraka itu adalah golongan yang senantiasa mengikuti jejak (Jalan hidup) Rasulullah SAW. dan para sahabatnya. Padahal, makna yang demikian inilah yang kita maksudkan sebagai batasan (pengertian) Ahlussunnah Waljamaah.

Dengan demikian, maka golongan Ahlussunnah Waljamaah ialah satu-satunya golongan umat Rasul yang selamat dari ancaman neraka. Hal ini lebih tegas lagi diungkapkan dalam hadits lain yang berbunyi:
وَالَّذِىْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ, لَتَفْتَرِقُ اُمَّتِى عَلىَ ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً. فَوَاحِدَةً فَى الْجَنَّةُ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِى النَّارِ. قِيْلَ: مَنْ هُمْ يَارَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: اَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ (رواه الطبرانى)

(Rasulullah SAW) bersumpah: Demi zat yang menguasai jiwa Muhammad, sungguh umatku bakal terpecah, menjadi 73 golongan. Maka yang satu golongan masuk syurga, sedangkan yang 72 golongan masuk neraka. Sedang sahabat bertanya : Siapakah golongan yang masuk itu ya Rasulullah? Jawabnya Yaitu golongan Ahlussunnah Waljamaah” (HR. al-Tabrani)

Teks Hadits secara langsung menyebutkan kata “Ahlussunnah Waljamaah” sebagai satu-satunya golongan yang dinyatakan bakal masuk surga. Berdasarkan ketiga hadits tersebut,jelaslah bahwa umat Islam akan terpecah ke dalam banyak golongan, Sebagaimana umat Yahudi dan Nasrani. Di antara sekian banyak (73) golongan itu, terdapat satu golongan yang selamat dari ancaman neraka, yakni golongan yang senantiasa mengikuti jejak hidup Rasulullah SAW. dan jejak hidup para sahabatnya. Dan golongan yang selamat (masuk surga) itu tidak lain ialah golongan Ahlussunnah Waljamaah.

...فَعَلَيْكُمُ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيينَ, تَمَسَّكُوْابِهَا وَعَضُوْا عَلَيْهَا بِاالنَّوَاحِذِ (ابو داوود)

“....Maka berpegang teguhlah kalian terhadap Sunnah-ku serta sunnah Khulafa’ al-Rasyidin yang mendapatkan petunjuk’ Pedomanilah sunnah (jalan hidup) mereka dan pegangilah erat-erat !“ (HR. Abu Dawud). 

Anda pengunjung yang ke