Jika kamu ingin tahu kedudukanmu disisi Allah, maka lihatlah kedudukan Allah di hatimu

Selasa, 19 Juli 2011

Dasar-Dasar Maulid Nabi.

Banyak dalil yang bisa kita jadikan sebagai dasar diperbolehkannya memperingati hari kelahiran nabi muhammad SAW, antara lain yaitu :

1. Peringatan maulid nabi adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan pada beliau. bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu (ketika tsuwaibah - budak perempuan abu lahab,paman nabi -  menyampaikan berita gembira tentang kelahiran Rosululloh, abu lahab pun memerdekakannya,kelak di alam baqa',siksa atas diri abu lahab diringankan pada setiap hari senin). maka jika kepada seorang yang kafir pun Alloh merahmati, karena kegembiraannya atas kelahiran rosululloh, bagaimanakah kiranya anugerah Alloh kepada umat islam yang iman selalu ada di hatinya?.

2. Beliau sendiri mengagungkan hari kelahirannya dan bersyukur kepada Alloh pada hari itu atas nikmatnya yang terbesar kepadanya.

3. Gembira dengan Rosululloh adalah perintah Alloh sebagaimana dalam firmannya : '' Katakanlah, dengan karunia Alloh dan rahmatnya, hendaklah dengan itu mereka bergembira ''. (QS. Yunus : 58). Jadi, Alloh menyuruh kita untuk bergembira dengan rahmatnya, sedangkan Rosululloh merupakan rahmat terbesar, sebagaimana yang telah disebutkan dalam alqur'an : '' dan tidaklah kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta " (QS. Al-anbiya' : 107).

4. Rosululloh memperhatikan kaitan antara waktu dan kejadian-kejadian keagamaan yang besar yang telah lewat. Apabila datang waktu ketika peristiwa itu terjadi,itu merupakan kesempatan untuk mengingatnya dan mengagungkan harinya.

5. Peringatan maulid nabi mendorong orang untuk membaca shalawat, dan bershalawat kepada Rosululloh itu diperintahkan oleh Alloh sebagaimana dalam firman-Nya : '' Sesungguhnya Alloh dan para malaikatnya itu bershalawat kepada nabi. wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya '' (QS. Al-ahzab : 56).
Apa saja yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang di tuntut oleh syara', berarti hal itu juga di tuntut oleh syara'. Berapa banyak manfaat dan anugerah yang diperoleh dengan membacakan shalawat dan salam kepada Rosululloh.

6. Dalam peringatan maulid, dijelaskan tentang kelahiran beliau,mukjizat-mukjizatnya, shirah (perbuatan) nya dan pengenalan tentang pribadi beliau. bukankah kita diperintahkan untuk mengenal beliau dan meneladaninya,mengikuti perbuatannya dan beriman pada mukjizatnya?!. kitab-kitab maulid menyampaikan semuanya dengan lengkap.

7. Peringatan maulid nabi merupakan ungkapan membalas jasa beliau dengan menunaikan kewajiban kita pada beliau dengan menjelaskan sifat-sifatnya yang sempurna dan akhlak beliau yang mulia.
Dulu, dimasa Rosululloh para penyair datang kepada beliau dan melantunkan kasidah-kasidah yang memuji beliau. Rosululloh ridlo dengan apa yang mereka lakukan dan memberikan balasan kepada mereka dengan kebaikan-kebaikan. jika beliau ridlo dengan orang yang memujinya, bagaimana beliau tidak ridlo dengan orang yang mengadakan maulid nabi? yang mengumpulkan keterangan tentang perilaku-perilaku beliau yang mulia?. Hal itu juga mendekatkan diri kita pada beliau, yakni dengan menarik kecintaannya dan keridloannya.

8. Mengenal perilaku beliau,mukjizat-mukjizatnya dan irkhosnya (kejadian-kejadian luar biasa yang Allah berikan kepada diri seorang rasul sebelum diangkat menjadi rasul),membuahkan iman yang sempurna kepada kita dan menambahkan kecintaan terhadapnya.
Manusia itu diciptakan dengan takdir Alloh yaitu menyukai hal-hal yang indah, baik fisik (tubuh) maupun akhlak, ilmu maupun amal, keadaan maupun keyakinan. dalam hal ini, tidak ada yang lebih indah,lebih sempurna dan lebih utama jika di bandingkan dengan akhlak dan perilaku Rosululloh. Menambah kecintaan dan menyempurnakan iman adalah dua hal yang di tuntut syara', maka apa saja yang memunculkannya juga merupakan tuntutan agama.

9. Mengagungkan Rosululloh itu di syari'atkan dan bahagia dengan hari kelahiran beliau dengan menunjukkan kegembiraan,menghidangkan jamuan,berkumpul untuk mengingat beliau, serta memuliakan orang-orang fakir adalah tampilan pengagungan,kegembiraan dan rasa syukur yang paling nyata.

10. Dalam sabda Rosululloh tentang keutamaan hari jum'at, disebutkan bahwa salah satu diantaranya adalah : '' Pada hari itu Adam AS diciptakan ''. Hal ini menunjukkan dimuliakannya waktu atas kelahiran seorang nabi.
Maka bagaimana dengan hari dilahirkannya seorang nabi yang paling utama dan rasul yang paling mulia?.

11. Peringatan maulid adalah perkara yang dianggap bagus oleh para ulama dan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia dan telah diberlakukan di banyak tempat. Oleh karena itu, ia dituntut oleh syara', berdasarkan kaidah fiqh yang diambil dari hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin mas'ud, '' Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin, maka ia juga baik di sisi Alloh, dan apa yang di pandang buruk oleh kaum muslimin, maka ia juga buruk di sisi Alloh ''.
Lalu, dipandang dari segi manakah keburukan merayakan maulid nabi? padahal dalam maulid, kita membaca shalawat, bersodaqoh pada orang-orang?

12. Dalam peringatan maulid nabi, tercakup dzikir, shalawat, bersodaqoh, berkumpulnya umat islam dan pengagungan kepada Rosululloh.
Semua itu hal-hal yang terpuji dan dituntut oleh syara'.

13. Alloh SWT berfirman '' dan semua kisah dari para rasul, kami ceritakan kepadamu, yang dengannya kami teguhkan hatimu '' (QS. Hud : 120). Dari ayat ini, jelaslah hikmah dikisahkannya para rasul terdahulu adalah untuk meneguhkan hati nabi. Tidak diragukan lagi bahwa saat ini kita pun perlu untuk meneguhkan hati kita dengan berita-berita tentang beliau, lebih dari kebutuhan beliau akan kisah para rasul sebelumnya.

14. Tidak semua yang tidak pernah dilakukan oleh para ulama salaf dan tidak ada di awl islam adalah bid'ah yang sesat, yang haram untuk dilakukan dan wajib untuk di tentang. Melainkan apa yang '' BARU '' itu (yang belum pernah dilakukan) harus dinilai berdasarkan dalil-dalil syara'.

15. Tidak semua bid'ah itu diharamkan. jika semua diharamkan, niscaya haram pula pengumpulan alqur'an yang dilakukan sahabat abu bakar,sahabat umar dan zaid serta penulisnya di mushaf-mushaf saat mereka khawatir alqur'an akan hilang dengan wafatnya para sahabat yang hafal alqur'an. dan tentunya, haram pula apa yang dilakukan umar R.A saat mengumpulkan orang untuk mengikuti seorang imam ketika melakukan shalat tarawih, padahal beliau mengatakan '' sebaik-baik bid'ah adalah ini ''. banyak lagi perbuatan baik yang sangat dibutuhkan umat islam akan dikatakan bid'ah yang haram apabila semua bid'ah itu diharamkan.

16. Peringatan maulid nabi, meskipun tidak ada dizaman Rosululloh, sehingga dikategorikan bid'ah, adalah bid'ah hasanah, karena maulid tercakup dalam dalil-dalil syara' dan kaidah-kaidah kulliyyah (kaidah yang bersifat globlal). Jadi, peringatan maulid itu bid'ah jika kita hanya memandang bentuknya saja, bukan amalan-amalan yang terdapat didalamnya, karena amalan-amalan itu juga ada dimasa Rosululloh.

17. Semua yang tidak ada pada awal masa islam dalam bentuknya tetapi ada perincian-perincian amalnya, itu juga dituntut oleh syara'.

18. Imam syafi'i mengatakan : '' Apa-apa yang baru (yang tidak ada dimasa Rosululloh) dan bertentangan dengan alqur'an,hadis dan ijma' adalah bid'ah yang sesat ''. adapun suatu kebaikan yang baru dan tidak bertentangan dengan yang tersebut di atas, itu adalah terpuji.

19. Setiap kebaikan yang tercakup dalam dalil-dalil syar'i dan tidak dimaksudkan untuk menentang syari'at dan tidak pula mengandung kemungkaran, itu termasuk ajaran agama.

20. Memperingati maulid nabi berarti menghidupkan ingatan (kenangan) tentang Rosululloh dan itu disyari'atkan dalam islam. sebagaimana yang anda lihat, sebagian besar amaliyah haji pun menghidupkan ingatan tentang peristiwa-peristiwa yang terpuji yang telah lalu.

21. Semua yang disebutkan sebelumnya tentang diperbolehkannya peringatan maulid nabi secara syari'at adalah hanya pada peringatan-peringatan yang tidak bercampur dengan perbuatan-perbuatan mungkar, yang wajib ditentang. adapun jika peringatan maulid mengandung hal-hal yang bercampur dengan kemungkaran, seperti bercampurnya lelaki dengan wanita,meminum khamer,banyaknya pemborosan dan hal-hal lain yang tidak di ridloi shohibul maulid, tidak diragukan lagi bahwa itu diharamkan. tetapi keharamannya itu bukan pada peringatan maulidnya, melainkan pada hal-hal mungkar tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda pengunjung yang ke